Uncategorized

Syarat Aqiqah

By Januari 14, 2019 No Comments

Syarat Aqiqah

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Aqiqah

 

  • syarat aqiqah Jika bayi yang dilahirkan laki-laki, dianjurkan untuk menyembelih dua ekor kambing, sedangkan bayi perempuan disembelihkan satu ekor kambing. Hal ini berdasar atas hadits dari Ummu Karaz al Ka’biyah, Rasulullah SAW bersabda; “Bagi anak laki-laki (disembelihkan) dua ekor kambing dan bagi anak perempuan (disembelihkan) satu ekor. Dan tidak membahayakan kamu sekalian apakah (sembelihan itu) jantan atau betina” (H.R. Ahmad dan Tirmidzi)

 

  • Dianjurkan agar aqiqah itu disembelih atas nama anak yang dilahirkan. Hal ini berdasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu al-Mundzir dari ‘Aisyah r.a: Nabi SAW. Bersabda; “Sembelihlah atas namanya (anak yang dilahirkan), dan ucapkanlah, Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, bagi-Mu-lah dan kepada-Mu-lah ku persembahkan aqiqah si Fulan ini.”

Akan tetapi, jika orang yang menyembelih itu telah berniat, meskipun tidak menyebutkan nama anak itu, maka tujuannya sudah tercapai.

 

  • Adapun daging aqiqah tersebut selain dimakan oleh keluarga sendiri, juga disedekahkan dan dihadiahkan.

 

  • Disunahkan untuk memberi nama anak pada hari ketujuh dengan memilihkannya nama-nama yang baik, lalu mencukur rambutnya, kemudian bersedekah senilai harga emas atau perak yang setimbang dengan berat rambutnya. Dari Ali r.a. berkata: Rasulullah saw. memerintahkan Fatimah dan bersabda ; “Timbanglah rambut Husain dan bersedekahlah dengan perak sesuai dengan berat timbangan (rambut)nya dan berikanlah kaki kambing kepada kabilah ”.

WAKTU AQIQAH


Waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan aqiqah adalah hari ketujuh..

 

(Hadits shahih riwayat Bukhari, dari Salman Bin Amar Adh-Dhabi).

 

Rasulullah SAW bersabda; “Setiap anak itu digadaikan dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan (binatang) pada hari ke tujuh dari hari kelahirannya, diberi nama pada hari itu dan dicukur kepalanya.” (Ashhabus-Sunan)

 

Akan tetapi, ada pendapat yang menunjukkan bahwa
keterikatan dengan hari ketujuh itu bukanlah keharusan, melainkan suatu anjuran. Al-Maimuni berkata: Aku bertanya pada Abdullah. “Kapankah anak itu diaqiqahi?” Abdullah menjawab, “Adapun ‘Aisyah telah mengatakan bahwa aqiqah itu dilakukan pada hari ketujuh, hari keempat belas, atau hari ke duapuluh satu.”

Imam Malik berkata, “Pada zhahirnya, keterikatan pada hari ketujuh itu adalah atas dasar anjuran. Andaikan (pada hari itu tidak dapat dilakukan), maka menyembelih pada hari keempat, kedelapan, atau kesepuluh, atau sesudahnya, Aqiqah itu telah cukup.” Ringkasnya, jika orang tua mampu menyembelih aqiqah pada hari ketujuh, maka hal itu lebih utama, sesuai dengan perbuatan Nabi SAW. Namun jika hal itu menyulitkan, maka diperbolehkan untuk melakukannya pada hari ke berapa saja sebagaimana telah dikatakan Imam Malik. Wa-Llahu a’lam.

 

untuk ayah bunda yang sedang mencari layanan aqiqah bisa kunjungi link ini : www.aisyahaqiqah.co.id

admin

Author admin

More posts by admin

Leave a Reply